Ilustrasi faedah berpuasa (Freepik)
Alhijrah.co,- Ramadhan merupakan bulan yang penuh rahmat dan keberkahan. Puasa yang dijalani oleh umat Islam selama sebulan penuh ini memiliki berbagai faedah dan keutamaan yang sangat luar biasa. Setidaknya ada 7 faedah puasa menurut Rasulullah saw, sebagaimana yang dijelaskan Syekh Abdullah Sirajuddin Al-Husaini dalam kitab As-Shiyam.
1. Menyehatkan badan dan menjaganya dari penyakit Faedah pertama yang akan didapatkan oleh orang-orang yang puasa adalah kesehatan badan dan penjagaan diri dari segala macam penyakit. Faedah ini menurut Syekh Sirajuddin karena kebanyakan penyakit yang diderita oleh manusia berasal dari makanan yang dikonsumsi. Dengan banyak makan akan banyak pula kemungkinan menderita penyakit, sementara puasa merupakan salah satu cara untuk menyedikitkan makanan. Karena itu Rasulullah saw menegaskan dalam salah satu haditsnya, puasa adalah kesehatan. Karena dengan puasa orang akan lebih mengurangi pada porsi makannya. Dalam riwayat Imam At-Thabarani dari Abu Hurairah ra, Nabi Muhammad saw bersabda:
Artinya, “Berperanglah kalian, maka akan mendapatkan harta rampasan perang (ghanimah). Berpuasalah kalian, maka akan sehat. Dan bepergianlah kalian, maka akan tercukupi.” (HR At-Thabarani).

2. Meringankan badan pada ketaatan Faedah kedua yang akan didapatkan oleh orang yang berpuasa adalah akan lebih semangat untuk menunaikan ibadah dan ketaatan. Hal itu karena dengan puasa maka badan seseorang akan lebih mudah untuk diajak melakukan ketaatan. Berbeda dengan orang yang kenyang, ia akan lebih malas untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Faedah ketiga ini juga bersumber dari hadits yang sudah disebutkan di atas, yaitu:

Artinya, “Berpuasalah kalian, maka akan sehat.” (HR. At-Thabarani). 3. Terhindar dari godaan setan Faedah ketiga yang akan didapatkan oleh orang yang puasa adalah akan terhindar dari godaan setan. Puasa bisa menjaga anggota badan untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh syariat Islam, menjaga untuk tidak memenuhi syahwat-syahwat yang tidak diperkenankan Sebab ketika lapar sudah terasa bagi orang puasa, ia akan memiliki pikiran yang lebih tenang sehingga anggota badannya akan lebih terjaga dari perbuatan yang hina.

Penjelasan di atas bersumber dari salah satu hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam At-Thabarani dari Utsman bin Abil Ash ra dan hadits riwayat Ahmad dari Abu Hurairah ra, yaitu:

Artinya, “Puasa adalah perisai yang bisa melindungi seorang hamba dari api neraka.” (HR At-Thabarani).

Artinya, “Puasa adalah perisai dan benteng dari api neraka.” (HR Ahmad). Merujuk penjelasan Imam As-Suyuthi, bahwa yang dimaksud puasa bisa menjadi perisai dan benteng dari api neraka adalah karena orang yang puasa selalu menahan diri dari syahwat-syahwat yang mengelilinginya. Semua itu bersumber dari rayuan setan, sedangkan api neraka dipenuhi dengan syahwat-syahwat tersebut. Dengan demikian, orang yang puasa sama halnya berusaha untuk membentengi dirinya dari hal-hal yang bisa memasukkannya ke dalam neraka. (As-Suyuthi, Tanwirul Hawalik Syarh Muwattha’ Ibn Malik, [Mesir, Maktabah At-Tijariyah: 1969], juz I, halaman 226).

4. Puasa adalah sebab diterimanya doa Faedah yang keempat adalah bahwa puasa akan menjadi penyebab lebih mudah diterimanya doa oleh Allah swt. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Nabi Muhammad saw dalam salah satu haditsnya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, yaitu:

Artinya, “Terdapat tiga golongan yang doanya tidak ditolak, yaitu: (1) pemimpin yang adil; (2) orang yang berpuasa hingga berbuka; dan (3) doanya orang yang terzalimi.” (HR Ahmad).
5. Mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat Faedah kelima yang akan didapatkan oleh orang yang puasa adalah kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Faedah keenam ini bersumber dari salah satu hadits Rasulullah saw, yang menjelaskan bahwa orang yang berpuasa akan memiliki dua kebahagiaan. Kebahagiaan pertama ketika berbuka puasa, dan kebahagiaan kedua ketika bertemu dengan Allah swt di dalam surga. Hadits ini sebagaimana dicatat oleh Al-Hafizh Al-Mundziri dalam kitab At-Targhib wat Tarhib. Rasulullah saw bersabda:

Artinya, “Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan, yaitu: (1) kebahagiaan ketika berbuka puasa; dan (2) kebahagiaan ketika bertemu Tuhannya.” (HR Muslim). (Al-Mundziri, At-Targhib wat Tarhib minal Haditsisy Syarif, [Beirut, Darul Kutub Ilmiah: 1417], juz II, halaman 47).

6. Dimasukkan ke dalam surga secara khusus Faedah keenam yang akan diraih oleh orang yang berpuasa adalah akan dimasukkan oleh Allah swt ke dalam surga secara khusus, dan hanya akan diisi oleh orang-orang yang berpuasa. Kemudian ketika orang yang berpuasa sudah ada di dalamnya, maka pintu surga tersebut akan dikunci dan tidak akan dimasuki oleh siapapun. Faedah ini sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah dalam salah satu haditsnya:

Artinya, “Sungguh di dalam surga terdapat satu pintu, namanya “Ar-Rayyan”, yang akan dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa (kelak pada hari kiamat), dan tidak akan masuk bersama mereka selain orang yang suka berpuasa. Lalu ketika mereka sudah masuk, pintu itu akan ditutup sehingga tidak seorang pun bisa masuk bersama mereka.” (HR Bukhari dan Muslim). (Al-Mundziri, II/47).

7. Mendapatkan syafaat puasa Kemudian faedah ketujuh yang akan didapatkan oleh orang-orang yang berpuasa di dunia adalah akan mendapatkan syafaat dari puasa kelak di hari kiamat. Syafaat puasa akan memasukkan dirinya ke dalam surga yang penuh dengan kenikmatan. Faedah ketujuh ini sebagaimana disebutkan dalam salah satu hadits Rasulullah saw:

Artinya, “Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata, “Wahai Tuhanku, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka terimalah syafaatku untuknya.” Dan Al-Qur’an berkata, “Aku telah menahannya dari tidur di waktu malam, maka terimalah syafaatku untuknya.” Beliau bersabda: Kemudian keduanya diterima syafaatnya.” (HR At-Thabarani) (Al-Mundziri, II/47). Itulah tujuh faedah yang akan didapatkan oleh orang-orang yang berpuasa menurut hadits Nabi Muhammad saw. Semoga berkah dan manfaat. Wallahu a’lam bisshawab.

Ustadz Sunnatullah, Pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam Durjan Kokop Bangkalan Jawa Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *