Ilustrasi Sholat Tahajjud (Freepik)
Alhijrah.co,-Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh rahmat dan maghfirah. Umat Islam berlomba-lomba melakukan ibadah untuk meraih pahala dan rida Allah.

Dalam rangka menghidupkan malam Ramadhan, biasanya seseorang mengisi dengan sholat tarawih, witir, tadarus quran, dan ibadah lainnya. Kemudian istirahat untuk tidur malam.

Selanjutnya di tengah malam ia bangun tidur untuk melakukan sholat tahajud. Pertanyaannya, bagaimana status sholat tahajudnya? padahal sebelumnya ia telah melaksanakan witir sesuai hadits:
Artinya: “jjdikan akhir sholat kalian berupa witir” (muttafaq alaih)

Makna hadits ini adalah menjadikan witir sebagai pamungkas sholat malam, sebagaimana dijelaskan dalam Mausuah al-ahadits an-nabawiyah:

Artinya: “Maksudnya Rasulullah memerintahkan (menganjurkan) agar sholat witir sebagai pamungkas sholat malam, sebagaimana sholat maghrib itu merupakan witirnya sholat pada siang sekaligus pamungkasnya. Begitu pula sholat witir dinisbatkan bagi sholat malam.”
Di dalam keterangan Fathul Muin dijelaskan:

Artinya: “(Disunahkan menjadikan sholat witir sebagai penutup dari rangkaian sholat malam) meskipun ia tidur sebelum sholat malamnya berdasarkan hadits Nabi “Jadikanlah akhir sholat malam kalian berupa sholat witir” (HR. Bukhari muslim).

Bila ia bertujuan melaksanakan sholat Tahajud di malam harinya, maka disunahkan mengakhirkan witirnya, bila tidak, maka lakukan sholat witir setelah sholat Isya. Imam Nawawi dalam al-majmu’ memberi batasan hal demikian (sholat witir setelah isya) bila memang ia tidak yakin mampu bangun di akhir malam, bila yakin mampu bangun, maka yang lebih utama baginya adalah mengakhirkan witir berdasarkan hadits riwayat muslim : “Barangsiapa takut tidak bisa bangun di akhir malam, maka hendaknya dia sholat witir di awal malam, barangsiapa bersemangat yakin untuk bangun di akhir malam maka hendaknya dia witir di akhir malam, karena sholat di akhir malam disaksikan, dan itu lebih utama.” (HR. Muslim (755). [Mughni alMuhtaaj I/222].

Artinya: “Ini merupakan dalil yang sangat jelas, bahwa mengakhirkan sholat witir di akhir malam lebih utama bagi orang meyakini mampu bangun akhir malam, dan melakukan witir sebelum tidur itu lebih utama bagi yang tidak yakin mampu bangun di akhir malam”. [ Syarh Nawawi ala Muslim VI/25]

Dari beberapa keterangan ini dapat ditarik kesimpulan, bahwa sholat tahajud setelah sholat witir itu boleh. Adanya sholat witir sebagai pamungkas dari rangkaian sholat malam itu hanya merupakan bentuk keutamaan, bukan persyaratan. Apalagi menyebabkan tidak sahnya sholat tahajud gara-gara sudah sholat witir terlebih dahulu. Wallaahu a’lamu bis shawaab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *